Pengikut

Minggu, 01 April 2012

keadaan fisiografis dan sosiografis jepang


keadaan fisiografis dan sosiografis jepang
Januari 20, 2010
A.Kondisi Fisiografis Jepang
1.Letak Astronomis
Letak astronomis negara jepang adalah 30°LU-47°LU dan 128°BT-146°BT.
2.Letak Geografis
Letak geografis negara Jepang terletak di Asia Timur yang terpisah dari benua Asia atau terletak di sebelah timur benua Asia dan sebelah barat Samudera Pasifik. Batas-batas negara Jepang adalah sebagai berikut:
a.Batas utara : Laut Okhstosk.
b.Batas timur : Samudra Pasifik.
c.Batas selatan : L. Cina Timur dan L. Filiphina.
d.Batas barat : Laut Jepang dan Selat Korea.
3. Iklim
Secara umum negara Jepang beriklim muson laut sedang. Seperti halnya dengan negara Eropa dan Amerika yang mempunyai 4 musim, iklim di setiap daerah Jepang sering sangat berbeda. Summer dengan udaranya yang panas dan lembab, sementara Winter biasanya bersalju disepanjang laut Jepang dan kering di sepanjang Lautan Pasifik dengan uraian sebagai berikut:
a.Pada musim Semi (Spring), atau pada saat salju mulai berakhir, di Jepang akan merasakan tekanan udara rendah yang sangat kuat, yang datangnya dari daratan Cina masuk ke laut Jepang; hal ini menjadikan angin Selatan yang hangat bertiup menuju daerah bertekanan rendah dari samudera Pasifik. Awal datangnya angin musim semi ini dikenal dengan nama „haru ichi-ban“. Disaat „haru ichi-ban“ ini, tanaman buah zakib (plum) mulai berkembang, disusul buah Peach dan disekitar sepuluh hari terakhir pada bulan Maret menyusul bunga Sakura mulai menunjukkan keindahan kembangnya.
b.Musim bunga Sakura adalah waktu yang terbaik. Dalam musim tersebut berbagai bunga-bungaan akan bermunculan di seluruh negeri serta dapat mengambil gambar kenangan yang terbaik.
c.Summer; sebelum datangnya semacam musim panas di Jepang, biasanya ditandai dengan musim hujan berkabut atau yang dikenal dengan nama ` bairu ` atau `bairu zensen` dimana udara dingin dan hangat bersatu, yang menjadikan turunnya hujan berkepanjangan di bulan Mei sampai Juli.
d.Setelah pertengahan Juli tekanan udara di Samudera Pacific menjadi sangat kuat dan musim hujan mulai mereda seperti halnya `baiu zen-sen` pun mulai lenyap ke arah utara, maka datanglah musim gugur.
e.Pada musim gugur yaitu akhir musim panas sampai Semtember, Jepang sering dilanda angin taufan. Ketika angin ini mulai terbentuk biasanya bergerak perlahan-lahan ke arah utara. Tiap tahun sekitar 30 kali terbentuk taufan dan empat diantaranya menyerang Jepang yang biasanya menyebabkan kurusakan hebat.
f.Memasuki bulan Oktober banyak pepohonan menampakkan warna-warna musim gugur, yang menjadikan musim tersebut seperti musim menghijaunnya dedaunan yang sungguh nampak indah.
g.Winter; udara musim dingin mulai bertiup ke seluruh penjuru kepulauan Jepang di akhir November dengan rata-rata 5 derajat, berbeda 25 derajat dibanding musim panas yang kadang mencapai lebih dari 30 derajat celcius.
4.Topografi
Pulau-pulau di Jepang bagian atas adalah gunung yang termasuk luas dan kadang-kadang disebut-Circum Cincin Api Pasifik, yang membentang dari Asia Tenggara ke Kepulauan Aleut. Pegunungan mencakup lebih dari 75% dari permukaan tanah. Bentang alam yang terjal dan kasar, menunjukkan secara geologis bahwa Jepang masih merupakan daerah muda. Melalui Honshu bagian tengah, berjalan ke arah utara-selatan, adalah dua pegunungan utama yaitu Hida (atau Jepang Alps) dan Akaishi pegunungan. Jepang memiliki 25 gunung dengan puncak lebih dari 3.000 m (9.800 kaki) dengan gunung tertinggi adalah gunung Fuji (Fuji-san) pada 3.776 m (12.388 ft). selain itu Jepang memiliki 265 gunung berapi (termasuk aktif gunung Fuji), dimana sekitar 20 tetap aktif. Gempa bumi terjadi terus-menerus, dengan rata-rata 1.500 guncangan kecil per tahun., salah satu yang terbesar di dunia adalah bencana alam gempa bumi Kanto tahun 1923, ketika daerah Tokyo-Yokohama hancur dan ke atas dari 99.000 orang meninggal.
Jepang memiliki dataran yang sedikit dan kecil yaitu hanya mencakup sekitar 29% dari total luas wilayah. Sebagian besar dataran yang terletak di sepanjang pantai dan aluvial terdiri dari dataran rendah, dataran tinggi diluvial, dan bukit-bukit rendah. Dataran yang terbesar adalah Dataran Kanto (Tokyo Bay wilayah), sekitar 6.500 sq km (2,500 sq mi), dataran yang lainnya adalah Kinai Plain (Osaka-Kyoto), Nobi (Nagoya), Echigo (utara-pusat Honshu), dan Sendai (Honshu timur laut). Terdapat empat dataran kecil di Hokkaido dan penduduk terkonsentrasi di daerah datar terbatas ini.
Sungai di Jepang cenderung pendek dan cepat denagn sungai terpanjang adalah Shinano (367 km/228 mi) terletak di utara-tengah Honshu, mengalir ke Laut Jepang / Laut Timur. Danau terbesar adalah Danau Biwa, dekat Kyoto, dengan luas 672 sq km (259 sq mi). Danau Kussharo, di Taman Nasional Akan Hokkaido, dianggap sebagai danau paling jelas di dunia, memiliki transparansi dari 41 m (135 kaki). Jumlah pelabuhan terbatas karena di sebagian besar wilayah Jepang adalah tanah meningkat tajam keluar dari laut. Pelabuhan Yokohama, Nagoya, dan Kobe adalah Jepang paling terkemuka di pelabuhan. Kepulauan Ryukyu, di antaranya yang dominan adalah Okinawa, dengan puncak-puncak pegunungan terendam pada umumnya berbukit atau pegunungan, dengan dataran aluvial kecil.
5.Potensi Sumber Daya mineral/Tambang
Jepang memiliki sangat sedikit pertambangan diantaranya yaitu deposit batu bara di Hokkaido dan Kyushu (dekat Nagasaki), Sumur minyak telah dibor di lepas pantai barat dari Honshu dan Jepang memiliki konsesi minyak di Sakhalin Utara, besi langka di luar Hokkaido dan Honshu barat laut, dan pirit besi telah ditemukan di Honshu, Shikoku dan Karafuto, sebuah kuantitas sederhana tembaga dan emas yang ditambang di sekitar Honshu, Hokkaido dan Karafuto. Karena curah hujan yang berlimpah dan pegunungan tinggi, Jepang juga ditempatkan untuk mengeksploitasi listrik tenaga air. Jepang menggunakan 80% dari sumber energi ini di Asia, tetapi hanya memiliki sebagian kecil dari total sumber energi.
a.Industrial Coal
Batu bara merupakan industri utama yang ditemukan di Jepang dalam jumlah besar tidak memadai untuk industri berat dengan produksi di Jepang adalah 55.000 ton. Produksi besi mereka rendah: hanya 2% dari Amerika Serikat ekstraksi besi biasa, didukung oleh pirit besi produksi di mana Jepang memiliki 6% dari produksi dunia. Jepang menghasilkan 8.000 megawatt (MW) energi hidrolik, yang menguntungkan dibandingkan dengan produksi energi listrik Amerika, dan sumber energi yang berharga untuk industri mereka, khususnya untuk tekstil.
Jepang tidak memiliki pertambangan bauksit (sumber aluminium), tetapi diperoleh dari Hindia Belanda sebelum perang, dan Manchukuo. Survei mineral tampaknya mengidentifikasi sumber bauksit di palau kelompok (Mandat Pasifik Selatan). Secara total, Jepang hanya mencapai 6% dari produksi AS. Kebutuhan untuk emas dan perak digenapi dalam jumlah sederhana dari daratan Jepang dan beberapa sumber yang berlimpah di Korea. Jepang tidak memiliki sumber timah atau karet alam. Produksi besi ingot pada tahun 1939 adalah 5% dari produksi AS dan produksi baja 11% dari produksi Amerika. Jepang adalah negara keenam di produksi besi di dunia. Produksi Mineral Jepang (1916-1933)
Produksi Mineral Ribuan Ton (kecuali dinyatakan lain) (1916-1933)
Mineral
1916–1920
1921–1925
1926–1930
1931–1933
Emas (ons)
7.530
7.731
10.317
12.381
Silver
184
120
155
166
Tembaga
89
59
73
73
Memimpin
9,6
3,1
3,5
5,2
Pengecoran besi
154
419
103
167
Baja
322
417
1.661
2.288
Pirit besi
117
203
540
793
Coal
27.562
28.888
32.890
28.676
Sulphur
76
41
83
75
Petroleum
402.3
309
300
343
Tin
- –
- –
1.3
1.6
Seng
- –
- –
20
27
Garam
- –
- –
630
547
Lain
- –
- –
- –
- —
Nilai ekstraksi ¥ M (1916-1933)
Mineral
1916–1920
1921–1925
1926–1930
1931–1933
Emas
10.0
10.7
15.3
21.2
Perak
10.5
5.7
5.7
4.4
Tembaga
106.8
42.8
54.7
16.4
Memimpin
3.3
0.9
0.8
0.8
Pengecoran besi
22.7
23.3
5.7
6.9
Baja
77.4
61.0
141.8
129.5
Pirit besi
1.4
2.8
7.2
6.8
Coal
273.5
242.7
236.3
147.0
Sulphur
3.3
2.2
3.6
3.9
Petroleum
28.5
22.7
14.5
9.1
Tin
- –
- –
- –
- –
Seng
- –
- –
- –
- –
Garam
- –
- –
- –
- –
Lain
27.1
10.6
11.5
10.0
Total
547.0
425.8
496.2
376.0
Ekstraksi sumber daya mineral diwakili, dengan total ¥ M
Lokasi
1913
1919
1931
1936
Daratan Jepang
146.849.000
641.128.000
241.826.000
589.400.000
Korea
8.204.000
25.415.000
21.742.000
110.430.000
Kekaisaran Jepang
159.186.000
677.846.000
283.282.000
746.089.000
b.Batubara deposito
Dinas Pertambangan Jepang, pada tahun 1925 mendata cadangan batu bara di Kekaisaran sekitar 8.000 juta ton, atau 2.933 juta ton (Kyushu, Miiki & Mitsui deposito), 2.675 atau 3.471 juta ton (Hokkaido, yang 1.113.600 juta dari Yubari tambang), 1.362 juta ton (Karafuto, dalam Kawakami deposito), 614 juta ton (Honshu), 385 juta ton (Formosa, di daerah Kirun), 81 juta ton (Korea). Ekstraksi di Jepang pada 1912 adalah 20.000.000 ton, pada tahun 1932 di 30.000.000 ton dan tumbuh pada tahun 1941 untuk 55.500.000 ton dan dibagi antara sumber-sumber berikut, dalam ton: Korea (5.000.000), Formosa (2.500.000) dan Karafuto (2.500.000) dan impor tambahan 4.000.000 ton dari Cina dan Indocina. Deposito dalam Heijō (Korea) menghasilkan 2.282.000 ton, Sakito, Matsushima, Takashima, Chikuo, Miiki, Karatsu (Kyushu), Uwi, Jōban (Honshu) dan Uryu, Ishikari, Kushiro, Akan, Shiwanuka (Hokkaido), Kawakami (Karafuto) dan Formosa Utara. Di Pyongyang (Keijo), produksi batu bara pada tahun 1932 adalah 1.000.000 ton.
c.Sumber minyak
Tahun 1925, cadangan minyak bumi lokal diperkirakan 2.956.000 barel di Niigata, Akita dan Nutsu deposito, Sakhalin tambahan di konsesi. Pada tahun 1941 produksi petroleum adalah 2.659.000 barel – tentang produksi harian di AS, dan 0,1% dari produksi minyak dunia. Dalam Manchukuo, sumur minyak jepang memberikan tambahan minyak bumi 1.000.000 ton per tahun. Bidang minyak lokal Akita, Niigata dan Nutsu menghasilkan 2.659.000 barel. Selain itu, mereka memperoleh minyak di Formosa (1.000.000) dan Uni Soviet Sakhalin (1.000.000) dan proses penyulingan minyak Manchu. Penggunaan produk minyak pada tahun 1939 mengangkat 25.400.000 barel.
d.Besi deposito
Sumber daya besi tidak mencukupi untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Total cadangan ton 90 M mereka sendiri, 10 M atau 50 M di Korea (Kenjiho) dan Formosa. Jepang mengimpor besi dari Tayeh (Cina), 500.000 ton pada tahun 1940 dari Malaka, 1.874.000 ton dari Johor,1.236.000 ton dari Filipina, 1.000.000 ton dari India dan 3.000.000 diproses besi di bar dan Australia dengan pengiriman jumlah yang sama. Besi tua banyak digunakan dalam proses dan baja diekspor dalam jumlah kecil untuk provinsi dan Manchukuo. Produksi lokal 953.000 ton pada tahun 1941 yang disediakan terutama dari Hokkaido (Kuttchan dan Muroran deposito) tambang lokal lainnya berada di Honshu (Kamaishi) dan daerah lainnya.
e.Deposit mineral lain
1.Tembaga: produksi Jepang tembaga tahun 1917 adalah 108.000 ton, tahun 1921 adalah 54.000 ton, tahun 1926 adalah 63.400 ton, tetapi produksi ini ditambah dengan 70.000 ton pada tahun 1931-1937.
2.Seng: Total produksi Jepang mineral ini adalah 60.000 dan 15.000 ton.
3.Aluminium: Selain di deposito, Jepang memiliki sumber-sumber lain Bauksit di Pulau Palau (Mandat Selatan).
4.Fosfat: Dalam Angaur (Mandat Selatan) ada satu deposit penting yang menghasilkan 60.000 ton per tahun.
5.Jepang memiliki deposito dengan kepentingan tertentu timah, krom, tungsten, timah, molibdenum, pirit besi, air raksa, garam karang (tambang garam) dan juga gypsum. Selain dari air laut mereka diekstraksi garam untuk industri dan makanan menggunakan dan diimpor dari Afrika Timur dan Cina Utara Pesisir.
6.Jepang juga memiliki investasi mineral komersial sebelum perang di Kelantan, Trengganu dan Johor (Malaca) yaitu tambang besi yang mewakili 1.944.000 ton pada tahun 1940, kepentingan-kepentingan lain di Pulau Bintang (depan di Singapura) yang diekstraksi 275.000 ton bauksit, dan lain ekstraksi nikel, belerang , mangan, batu bara (dari Honggay, Indochina) dan lain-lain.
f.Natural gas
Jepang masih memiliki beberapa sumber minyak bumi, tetapi tidak ada sumber gas alam kecuali di Gasification Industri instalasi yang dimiliki Pemerintah Jepang untuk industri penelitian atau kegunaan terkait lainnya.
6.Potensi Bencana Alam
Bencana yang sering terjadi di Jepang adalah bencana alam gempa bumi. Setiap tahunnya Jepang mengalami 5000 gempa bumi. Gempa bumi juga dapat berakibat pada tsunami, yaitu gelombang besar yang kecelakaan melawan pantai dan dapat membersihkan orang-orang, bangunan, dan jembatan. Selain itu bencana lainnya adalah letusan gunung berapi. Jepang memiliki banyak gunung api yang masih aktif. Angin topan di Jepang datang pada bulan Agustus, ketika hujan deras. Angin topan dapat membawa angin dan hujan yang menyebabkan banyak kerusakan, termasuk tanah longsor dan banjir.
a.Gempa bumi
Gempa bumi merupakan bencana alam yang paling umum terjadi di Jepang. Jepang terus-menerus mengalami gempa karena posisi yaitu berada pada duduk di zona subduksi, di mana satu piring dipaksa di bawah yang lain. Hal ini juga pada titik pertemuan dua potong raksasa lempeng Pasifik, yang bergerak di sepanjang arah sisi yang berbeda satu sama lain. Di Jepang, hampir tak satu hari akan berlalu tanpa gempa bumi. Sebagian besar gempa bumi ini sangat kecil, meskipun setiap tahun ada beberapa yang kuat.
Fakta mengatakan bahwa rumah-rumah dan gedung-gedung dibangun begitu dekat satu sama lain dan terbuat dari kertas dan kayu dan api yang digunakan untuk penerangan, memasak, dan pemanasan yang panjang lalu membuat api mudah untuk memulai selama gempa bumi dan mengakibatkan kerusakan akan mengerikan.
Gempa terburuk melanda Tokyo dan Yokohama pada 1 September 1923. Gempa menghancurkan beberapa ratus ribu rumah dan bangunan, kebakaran yang menyusul menyebabkan lebih banyak kerusakan. Dalam gempa bumi ini, lebih dari seratus ribu orang dan tewas. Panasnya api sangat buruk sehingga menyebabkan tornado itu seperti angin. Salah satu kelompok besar orang-orang yang berada dalam danau dangkal di sekitar Asakusa di Tokyo tewas ketika angin dan api ganas mengisap semua oksigen dari udara di sekitar mereka. Saat ini, Jepang memiliki peraturan bangunan yang ketat untuk membuat mereka berdiri lebih baik dalam gempa bumi. Pemerintah juga menyelenggarakan pencegahan bencana dan langkah-langkah bantuan. Di Jepang, gempa bumi diukur dengan skala Shindo yang berarti sama dengan skala Richter yang digunakan di Indonesia, “shin” berarti “mengguncang” dan “do” berarti “derajat”.
b.Tsunami
Tsunami adalah bencana alam lain yang terjadi di Jepang. Tsunami terjadi di Jepang karena dua alasan, pertama karena Jepang dikelilingi oleh air, kedua karena Jepang sering terjadi gempa bumi yang dapat mengakibatkan tsunami. Tsunami adalah gelombang pasang. Ketika tsunami mendekati pantai mulai melambat dan tumbuh dalam ketinggian. Seperti gelombang air lain, tsunami mulai kehilangan energi ketika mereka lebih dekat ke pantai. Sebagian dari energi air memantul lepas pantai. Terjadinya tsunami mencapai pantai dengan energy yang besar. Tsunami dapat menumbangkan pohon-pohon dan tanaman lainnya, selain itu tsunami juga dapat menghancurkan rumah-rumah dan struktur di sepanjang pantai. Ketinggian tsunami mencapai 10, 20 bahkan 30 meter.
c.Gunung meletus
Jepang adalah busur yang ditutupi pegunungan yang umumnya adalah gunung berapi. Gunung api di seluruh Kepulauan Kuril, Honshu timur laut dan ke Kepulauan Bonin membentuk satu pulau besar yang membentuk busur timur laut Jepang. The busur di tenggara Honshu dan Kepulauan Ryukyu membentuk bagian tertua dari barat daya Jepang.
Jepang memiliki sekitar sepersepuluh dari gunung berapi aktif dunia dan ratusan gunung berapi aktif. Gunung Fuji adalah gunung tertinggi dan gunung yang paling terkenal di Jepang. Sebenarnya ada lebih dari 40 gunung berapi aktif keluar. Pemerintah Jepang memantau aktivitas gunung berapi dari dekat. Sekali setahun, biasanya pada bulan Januari, mereka latihan evakuasi penyelamatan gunung berapi. Mereka akan benar-benar berlatih menggunakan helikopter untuk menerbangkan orang keluar dari desa-desa. Ilmuwan mengukur setiap perubahan dalam aktivitas gunung berapi dan mencatat serta mempelajari informasi ini. Mereka berharap untuk dapat memberikan pemberitahuan awal yang cukup sehingga orang dapat melarikan diri.
d.Angin Topan
Angin topan dikenal sebagai salah satu badai tropis yang memiliki kecepatan angin lebih dari 17,2 meter per detik. Ada sekitar 29 angin topan dalam setahun. Angin topan adalah salah satu sistem cuaca yang terburuk karena mengakibatkan besar kerusakan dan kerugian besar dalam kehidupan mereka. Salah satu tujuan utama dari Departemen Penelitian Topan adalah mereka dapat melihat topan kemudian mengembangkan dari awal.
Musim angin topan datang di akhir bulan September dan awal bulan Oktober di Jepang. Angin topan membawa hujan lebat di atas wilayah luas yang dapat menyebabkan banjir dan badai angin yang merusak rumah-rumah dan sumber daya hutan. Kerusakan bangunan dan rumah bisa serius, tergantung pada kekuatan badai.
B.Kondisi Sosiografis Jepang
1.Daerah dan Luas Daerah
Jepang merupakan negara yang berbentuk kepulauan yang dinamakan oleh orang Jepang sendiri adalah Nippon dan mempunyai julukan negara Matahari Terbit dan negeri Sakura. Jepang yang beribukota di Tokyo merupakan Negara Industri terbesar ke-2 setelah Amerika Serikat. Luas wilayah negara Jepang adalah 377.835 km² dengan luas daratan 374.744 km² dan luas perairan 3.091 km². Jepang terdiri dari 47 prefektur. Berdasarkan keadaan geografis dan sejarahnya, 47 prefektur ini dapat dikelompokkan menjadi sembilan kawasan yaitu: Hokkaido, Tohoku, Kanto, Chubu, Kinki, Chugoku, Shikoku, Kyushu, dan Okinawa. 47 prefekutr tersebut adalah sebagai berikut:
1.Hokkaido
2.Aomori
3.Iwate
4.Miyagi
5.Akita
6.Yamagata
7.Fukushima
8.Ibaraki
9.Tochigi
10.Gunma
11.Saitama
12.Chiba
13.Tokyo
14.Kanagawa
15.Niigata
16.Toyama
17.Ishikawa
18.Fukui
19.Yamanashi
20.Nagano
21.Gifu
22.Shizuoka
23.Aichi
24.Mie
25.Shiga
26.Kyoto
27.Osaka
28.Hyogo
29.Nara
30.Wakayama
31.Tottori
32.Shimane
33.Okayama
34.Hiroshima
35.Yamaguchi
36.Tokushima
37.Kagawa
38.Ehime
39.Kochi
40.Fukuoka
41.Saga
42.Nagasaki
43.Kumamoto
44.Oita
45.Miyazaki
46.Kagoshima
47.Okinawa
Daerah-daerah pegunungan meliputi lebih dari 70% dari daratan Jepang, sehingga kota-kota utama berpusat di tanah datar yang luasnya tidak sampai 30% dari daratan Jepang. Kota dengan penduduk lebih dari satu juta adalah: Sapporo di Hokkaido; Sendai di kawasan Tohoku; Saitama, Tokyo, dan Yokohama di kawasan Kanto; Nagoya di kawasan Chubu; Osaka, Kyoto, dan Kobe kawasan Kinki; Hiroshima di kawasan Chugoku; dan Fukuoka di Kyushu. Kiranya tidak perlu dikatakan lagi bahwa Tokyo sebagai ibukota merupakan pusat kegiatan Jepang. Kota-kota utama lainnya berperan sebagai pusat politik, ekonomi dan kebudayaan bagi kawasan yang bersangkutan.
Kota-kota besar di Jepang
 KotaPrefektur
Populasi

Kota
Prefektur
Populasi
1TokyoTokyo
8.483.050
7
Kyoto
Kyoto
1.474.764
2YokohamaKanagawa
3.579.133
8
Fukuoka
Fukuoka
1.400.621
3OsakaOsaka
2.628.776
9
Kawasaki
Kanagawa
1.327.009
4NagoyaAichi
2.215.031
10
Saitama
Saitama
1.176.269
5SapporoHokkaido
1.880.875
11
Hiroshima
Hiroshima
1.159.391
6KobeHyogo
1.525.389
12
Sendai
Miyagi
1.028.214
Sumber: Sensus 2005
2.Kependudukan
a.Jumlah dan pertumbuhan penduduk
Jumlah penduduk Jepang pada tahun 2000 (tepat di awal tahun 2000) adalah 127.000 jiwa. Penduduk di negara Jepang berada peringkat ke-9 dalam dunia. Kepadatan penduduknya adalah 336 jiwa/km². Pada tahun 2004 jumlah penduduk Jepang adalah 127.333.002  jiwa dengan kepadatan penduduknya adalah 337 jiwa/km2.
Pada bulan Maret 2009 populasi negara adalah 127.076.183 jiwa sehingga Jepang menempati peringkat ke-10 dunia dengan jumlah penduduknya. Ukurannya dapat dikaitkan dengan tingkat pertumbuhan alami yang cepat selama akhir abad 19 dan awal abad ke-20.
Setelah mengalami kerugian populasi bersih selama beberapa tahun, karena jatuhnya tingkat kelahiran dan hampir tidak ada imigrasi, serta memiliki salah satu yang tertinggi dalam harapan hidup di dunia, di usia 81,25 tahun pada 2006, penduduk Jepang bangkit untuk tahun kedua berturut-turut pada tahun 2009, terutama disebabkan oleh kenyataan bahwa lebih Jepang kembali ke Jepang dari kiri.
Masyarakat Jepang Yamato orang adalah bahasa yang homogen dengan populasi kecil dari Korea (0,6 juta), Cina / Taiwan (0,5 juta), Brasil (300.000, banyak di antaranya etnis Jepang), dan Filipina (245.518 beberapa yang jepang filipina; anak-anak jepang dan orangtuanya Filipina). Jepang pribumi adalah kelompok-kelompok mayoritas seperti Ainu dan Ryukyuans dan sosial kelompok-kelompok minoritas seperti burakumin.
Kewarganegaraan Jepang dianugerahkan jus sanguini ,dan satu bahasa minoritas berbahasa Jepang sering tinggal di Jepang selama beberapa generasi di bawah status penduduk tetap tanpa mendapatkan kewarganegaraan dalam negara kelahiran mereka, meskipun secara hukum mereka diperbolehkan untuk melakukannya. Sekitar 10.000 warga Korea Zainichi memperwarganegarakan setiap tahun. Sekitar 98,6% dari populasi adalah murni jepang (walaupun secara teknis angka ini meliputi semua orang alami tanpa membedakan ras) dan 99% dari populasi berbicara Jepang sebagai bahasa pertama mereka. Non-etnis Jepang di masa lalu, dan untuk luas di masa kini, juga tinggal dalam jumlah kecil di kepulauan Jepang.
b.Pendidikan
Sistem persekolahan/pendidikan di Jepang pada dasarnya meliputi sekolah dasar (enam tahun), sekolah menengah pertama (tiga tahun), sekolah menengah atas (tiga tahun) dan universitas (empat tahun). Pendidikan bersifat wajib hanya selama sembilan tahun, yaitu enam tahun di sekolah dasar dan tiga tahun di sekolah menengah. Sebanyak 97% siswa meneruskan pendidikannya ke sekolah menengah atas. Untuk masuk sekolah menengah atas dan universitas, siswa harus mengikuti ujian masuk dulu. Di sekolah negeri, selama pendidikan wajib, para siswa bebas uang sekolah dan mendapat buku-buku pelajaran secara gratis. Tapi, mereka membayar biaya makan siang dan uang ekstra kurikuler.
Hal yang dipelajari siswa
Anak-anak Jepang masuk kelas satu di sekolah dasar pada bulan April setelah ulang tahun mereka ke-6. Dalam satu kelas sekolah dasar terdapat sekitar 30 hingga 40 orang siswa. Mata pelajaran yang mereka pelajari meliputi bahasa Jepang, matematika, sains, ilmu sosial, musik, kerajinan tangan, pendidikan jasmani, dan home economics (belajar ketrampilan memasak dan menjahit yang sederhana). Makin banyak sekolah dasar yang mulai mengajarkan bahasa Inggris juga. Teknologi informasi makin banyak dipakai untuk meningkatkan pendidikan, dan kebanyakan sekolah mempunyai jaringan Internet.
Para siswa juga belajar berbagai seni tradisional Jepang seperti shodo (kaligrafi) dan haiku. Shodo dilakukan dengan mencelupkan kuas ke dalam tinta untuk menulis huruf kanji (jenis huruf yang berasal dari China) dan kana (huruf fonetis yang berasal dari kanji) secara indah. Haiku adalah bentuk puisi yang berkembang di Jepang sekitar 400 tahun yang lalu, berupa syair pendek yang terdiri dari 17 sukukata, terbagi atas satuan lima, tujuh, dan lima suku-kata. Haiku memakai ungkapan sederhana untuk menyampaikan emosi yang mendalam kepada pembacanya.
Kehidupan bersekolah
Di sekolah-sekolah dasar Jepang, kelas terbagi menjadi beberapa kelompok kecil untuk melakukan banyak kegiatan. Misalnya, sebagai bagian dari pendidikan mereka, setiap hari para siswa yang tergabung dalam kelompok tersebut membersihkan ruang kelas, aula, dan pekarangan sekolah.
Di banyak sekolah dasar, para siswa menikmati makan siang yang disiapkan oleh sekolah atau oleh “pusat pengadaan makan sekolah” setempat. Kelompok siswa bergiliran melayani makan siang rekan-rekan sekelasnya. Makan siang sekolah mencakup beraneka makanan sehat dan bergizi, dan para siswa dengan senang menanti tibanya waktu makan siang.
Ada banyak event sekolah sepanjang tahun ajaran, seperti hari olahraga, yaitu hari bagi para siswa untuk bertanding dalam berbagai acara pertandingan, seperti tarik-tambang dan lomba estafet, piknik ke tempat-tempat bersejarah dsb. Juga ada berbagai festival seni dan budaya yang menampilkan tari-tarian serta berbagai pertunjukan lainnya oleh siswa. Para siswa dari kelas-kelas teratas dari sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas, juga mengikuti perjalanan wisata yang berlangsung beberapa hari ke kota-kota budaya yang penting seperti Kyoto dan Nara, resor bermain ski, dan tempat-tempat lain. Kebanyakan sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas mewajibkan para siswa untuk mengenakan pakaian seragam. Anak laki-laki memakai celana dan jaket dengan kerah berdiri, dan anak-anak perempuan mengenakan blazer dan rok.
Kegiatan klub
Hampir semua siswa sekolah menengah pertama ikut dalam kegiatan klub ekstra-kurikuler pilihan mereka, seperti ikut tim olahraga, grup musik atau seni, atau klub sains.
Klub bisbol sangat populer di kalangan anak laki-laki. Klub sepak bola juga makin populer sejak Jepang menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2002 bersama Republik Korea. Baik anak laki-laki maupun anak perempuan tertarik bergabung dalam klub judo, di mana mereka berlatih seni bela-diri tradisional ini. Mungkin mereka terilhami oleh banyak atlit judo Jepang yang hebat, baik pria maupun wanita, yang telah memenangkan medali pada Kejuaraan Dunia Judo dan Olimpiade. Klub olahraga yang populer lainnya adalah klub tenis, bola basket, gimnastik (senam), dan bola voli. Banyak pertandingan diadakan antar sekolah dan pada tingkat regional untuk masing-masing cabang olahraga, dengan demikian para siswa mendapat banyak kesempatan untuk bertanding.
c.Kesehatan
Negara Jepang dalam sistem perawatan kesehatan, kesehatan layanan, termasuk pemeriksaan skrining penyakit tertentu tanpa biaya langsung kepada pasien, perawatan kehamilan, dan penyakit menular kontrol, diberikan oleh pemerintah pusat dan daerah. Pembayaran untuk pelayanan medis pribadi ditawarkan melalui perawatan kesehatan universal, sistem asuransi yang menyediakan akses kesetaraan relatif, dengan biaya yang ditetapkan oleh komite pemerintah. Orang-orang yang tidak memiliki asuransi dapat melalui perusahaan yang berpartisipasi dalam nasional asuransi program kesehatan yang dikelola oleh pemerintah daerah. Sejak tahun 1983 semua orang tua telah dilindungi oleh asuransi yang disponsori pemerintah. Pasien bebas untuk memilih dokter atau fasilitas sesuai dengan keinginan mereka. Hal tersebut wajib untuk didaftarkan dalam program asuransi Jepang jika seorang penduduk Jepang. Dua kategori utama asuransi kesehatan yang disebut sebagai Kenko-Hoken ([Karyawan's] asuransi kesehatan) dan Kokumin-Kenko-Hoken (asuransi kesehatan nasional). Asuransi kesehatan nasional pada umumnya disediakan untuk orang-orang yang bekerja sendiri dan siswa, sedangkan asuransi sosial biasanya bagi karyawan perusahaan.
Pada awal tahun 1990-an, ada lebih dari 1.000 rumah sakit jiwa, 8.700 rumah sakit umum, dan 1.000 rumah sakit komprehensif dengan kapasitas total 1,5 juta tempat tidur. Baik rumah sakit yang disediakan keluar-pasien dan dalam perawatan pasien. Selain itu, 79.000 klinik ditawarkan terutama di luar layanan pasien, dan ada 48.000 klinik gigi. Kebanyakan dokter dan rumah sakit menjual obat langsung kepada pasien, tetapi ada 36.000 apotek di mana pasien bisa membeli obat sintetik atau herbal.
d.Kondisi penggunaan lahan
Perliraan penggunaan lahan pada tahun 1993.
Tanah pertanian: 11%
Lahan permanen: 1%
Lahan hijau: 2%
Hutan: 67%
Lainnya: 19% (perkiraan 1993).
Lahan irigasi: 27,820 km² (perkiraan 1993)
e.Kondisi perindustrian
Dilihat dari sudut ekonomi, Jepang merupakan salah satu negara yang paling maju di dunia. GDP (produk domestik bruto, yaitu nilai semua barang dan jasa yang dihasilkan di Jepang dalam setahun) adalah kedua tertinggi di dunia, dan merk-merk Jepang seperti Toyota, Sony, Fujifilm, dan Panasonic terkenal di seluruh dunia.
Ekspor dan Impor
Industri manufaktur adalah salah satu kekuatan Jepang, tapi negara ini miskin akan sumber daya alam. Pola umum yang dijalankannya adalah sebagai berikut: Perusahaan-perusahaan Jepang mengimpor bahan-bahan mentah, lalu mengolah dan membuatnya sebagai barang jadi, yang dijual di dalam negeri atau diekspor.
Salah satu bidang yang memberi harapan bagi pertumbuhan ekonomi Jepang adalah perobotan, di mana teknologi Jepang memimpin dunia. ASIMO, robot humanoid (berbentuk seperti manusia) dikembangkan oleh Honda, dapat berjalan dengan dua kaki dan berbicara bahasa manusia. Di masa dekat ini, robot akan aktif dalam berbagai bidang dan mungkin hidup berdampingan dengan manusia, seperti dalam film-film fiksi sains.
f.Kondisi pertanian
Produk utama pertanian Jepang adalah beras, dan kebanyakan beras yang dimakan di Jepang dihasilkan di dalam negeri. Dibandingkan dengan jumlah penduduknya, tanah yang dapat digarap sangat sedikit sehingga tidak dapat menghasilkan gandum, kedelai, atau tanaman panen lainnya dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh penduduknya. Kenyataannya, tingkat swa-sembada pangan Jepang adalah salah satu yang terendah di antara semua negara industri. Ini berarti Jepang harus mengimpor pangan yang dibutuhkannya dari luar negeri dalam persentase tinggi. Akan tetapi, Jepang mempunyai sumber laut yang berlimpah. Ikan merupakan bagian utama dari makanan sehari-hari di Jepang, dan industri perikanan Jepang sangat aktif.
g.Adat istiadat
Sepanjang sejarahnya, Jepang telah menyerap banyak gagasan dari negara-negara lain termasuk teknologi, adat-istiadat, dan bentuk-bentuk pengungkapan kebudayaan. Jepang telah mengembangkan budayanya yang unik sambil mengintegrasikan masukan-masukan dari luar itu. Gaya hidup orang Jepang dewasa ini merupakan perpaduan budaya tradisional di bawah pengaruh Asia dan budaya modern Barat.
1. Abuki adalah sebuah bentuk teater klasik yang mengalami evolusi pada awal abad ke-17. Ciri khasnya berupa irama kalimat demi kalimat yang diucapkan oleh para aktor, kostum yang super-mewah, make-up yang mencolok (kumadori), serta penggunaan peralatan mekanis untuk mencapai efek-efek khusus di panggung. Make-up menonjolkan sifat dan suasana hati tokoh yang dibawakan aktor. Kebanyakan lakon mengambil tema masa abad pertengahan atau zaman Edo, dan semua aktor, sekalipun yang memainkan peranan sebagai wanita, adalah pria.
2.Noh adalah bentuk teater musikal yang tertua di Jepang. Penceritaan tidak hanya dilakukan dengan dialog tapi juga dengan utai (nyanyian), hayashi (iringan musik), dan tari-tarian. Ciri khas lainnya adalah sang aktor utama yang berpakaian kostum sutera bersulam warna-warni, dan mengenakan topeng kayu berlapis lacquer. Topeng-topeng itu menggambarkan tokoh-tokoh seperti orang yang sudah tua, wanita muda atau tua, dewa, hantu, dan anak laki-laki.
3.Kyogen adalah sebuah bentuk teater klasik lelucon yang dipagelarkan dengan aksi dan dialog yang amat bergaya. Ditampilkan di sela-sela pagelaran noh, meski sekarang terkadang ditampilkan secara tunggal.
4.Bunraku, yang menjadi populer sekitar akhir abad ke-16, merupakan jenis teater boneka yang dimainkan dengan iringan nyanyian bercerita dan musik yang dimainkan dengan shamisen (alat musik petik berdawai tiga). Bunraku dikenal sebagai salah satu bentuk teater boneka yang paling halus di dunia.
5.Upacara minum teh (sado atau chado) adalah tata-cara yang diatur sangat halus dan teliti untuk menghidangkan dan minum teh hijau matcha (dalam bentuk bubuk). Ada hal yang lebih penting daripada ritual membuat dan menyajikan teh, karena upacara ini merupakan rangkaian seni yang mendalam yang membutuhkan pengetahuan yang luas dan kepekaan yang sangat halus. Sado juga menjajaki tujuan hidup dan mendorong timbulnya apresiasi terhadap alam.
6.Seni merangkai bunga Jepang (ikebana), yang mengalami evolusi di Jepang selama tujuh abad, berasal dari sajian bunga Budhis di masa awalnya.
7.Rumah tradisional Jepang dibuat dari kayu dan ditunjang tiang-tiang kayu. Namun dewasa ini rumah Jepang biasanya mempunyai kamar-kamar bergaya Barat dengan lantai kayu dan kerap dibangun dengan tiang-tiang baja. Lagi pula, makin banyak keluarga di kawasan perkotaan tinggal di gedung-gedung apartemen baja beton yang besar. Ada dua perbedaan besar dengan rumah Barat, yakni orang tidak mengenakan sepatu di dalam rumah dan setidaknya ada satu ruang yang cenderung dirancang dalam gaya Jepang, berlantaikan tatami. Orang melepaskan sepatu begitu memasuki rumah agar lantai rumah tetap bersih. Genkan, jalan masuk, merupakan tempat untuk melepaskan sepatu, meletakkannya, dan mengenakannya kembali. Setelah melepaskan sepatu, orang Jepang mengenakan sandal rumah.
8.Tatami adalah sejenis tikar tebal yang dibuat dari jerami, sudah dipakai di rumah Jepang sejak sekitar 600 tahun yang lalu. Sehelai tatami biasanya berukuran 1,91 x 0,95 meter. Ukuran ruang/kamar biasanya didasarkan pada jumlah tatami. Lantai tatami terasa sejuk pada musim panas dan hangat pada musim dingin, dan tetap lebih segar daripada karpet selama bulan-bulan lembab di Jepang.
9.Istilah untuk makan dalam bahasa Jepang adalah gohan. Kata ini sebenarnya menunjukkan nasi, tapi karena nasi merupakan makanan pokok bagi orang Jepang, maka gohan sudah diartikan sebagai nasi dengan lauk pauknya. Makan tradisional Jepang terdiri dari semangkuk nasi putih, dengan lauk utama (ikan atau daging), lauk pelengkap (biasanya sayuran), sup (biasanya sup miso), dan acar sayur. Nasi Jepang lengket (seperti ketan), sehingga cocok untuk dimakan dengan sumpit.
10.Orang Jepang dewasa ini makan berbagai jenis makanan dari seluruh dunia, terutama dari Eropa, Amerika Utara, dan Asia. Selain nasi, orang Jepang makan roti, mie, dan pasta, dan menyukai beraneka macam masakan daging, ikan, sayuran, dan buah-buahan. Sushi, tempura, sukiyaki, dan jenis-jenis makanan Jepang yang terkenal di dunia, tentu saja juga populer di Jepang.Sebelum makan, orang Jepang mengucapkan “itadakimasu”, ungkapan sopan yang berarti “Saya terima makanan ini.” Hal ini merupakan pernyataan terima kasih kepada siapa pun yang telah terlibat dalam menyiapkan makanan tersebut. Setelah makan, orang Jepang menyatakan terima kasih lagi dengan menyebutkan “gochisosama deshita”, yang secara harfiah berarti “Terima kasih atas hidangan mewah yang lezat dan berlimpah.”
11.Pakaian tradisional Jepang adalah kimono. Pada umumnya kimono dibuat dari sutera, berlengan besar yang menjulai dari bahu hingga ke tumit. Obi adalah ikat pinggang lebar kimono. Dewasa ini kimono biasanya hanya dikenakan pada kesempatan-kesempatan khusus saja, seperti Tahun Baru, festival Shichi-Go-San, upacara pernikahan, dan upacara wisuda. Dibandingkan dengan pakaian Barat, kimono cenderung membatasi gerak dan diperlukan lebih banyak waktu untuk mengenakannya dengan baik. Sedangkan pada musim panas, anak-anak dan orang dewasa muda mengenakan jenis kimono ringan informal yang dikenal sebagai yukata di festival, pesta kembang-api, serta berbagai kesempatan khusus lainnya. Namun dalam kehidupan sehari-hari, orang muda cenderung lebih suka mengenakan pakaian yang memudahkannya bergerak, seperti kaos, celana jeans, kaos polo, dan sweat suits.
BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
1.Kondisi fisiografis di nrgara Jepang adalah sebagai berikut:
a.Letak astronomi
b.Letak geografi
c.Iklim
d.Relief/topografi
e.Sumber daya mineral/tambang
f.Sumber potensi bencana alam
2.Kondisi sosiografis di negara Jepang adalah sebagai berikut:
a.Luas daerah
b.Kependudukan
1.Jumlah dan pertumbuhan penduduk
2.Pendidikan
3.Kesehatan
4.Kondisi penggunaan lahan
5.Kondisi perindustrian
6.Kondisi pertanian
7.Adat istiadat
B.Saran
Dengan penulisan makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat khususnya bagi mahasiswa untuk dapat menjadi bahan referensi dalam mata kuliah Tempat, Ruang dan Sistem Sosial.
DAFTAR PUSTAKA
Priambodo,dkk. Atlas Global. Surabaya: CV. Pustaka Agung Harapan Surabaya.
http://id.wikipedia.org/wiki/Jepang
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.state.gov/r/pa/ei/bgn/4142.htm
http://www.id.emb-japan.go.jp/expljp_html
http://dimasprasetyo.multiply.com/journal/item/21/Benua_Asia
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.displaysearchblog.com/2009/08/natural-disasters-create-potential-for-further-tightening-of-glass-supply/
http://pertaminaeastasia.com/jepang-selayang-pandang.html
http://wapedia.mobi/id/Geografi_Jepang
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://en.wikipedia.org/wiki/Health_care_in_Japan
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://en.wikipedia.org/wiki/Education_in_Japan
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://countrystudies.us/japan/106.htm
http://atanitokyo.blogspot.com/2009/02/reformasi-pertanian-di-jepang.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Pertambangan_di_Jepang
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.nationsencyclopedia.com/Asia-and-Oceania/Japan-TOPOGRAPHY.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar